Sunday, September 1, 2013

Refleksi Singkat 15 Tahun Perjalanan STT BNKP Sundermann

Catatan Pengantar:
Saya adalah alumni STT BNKP Sundermann,lulusan pertama sejak STB (nama sebelumnya) menjadi STT (dari STB menjadi STT menandakan perubahan status dari program diploma menjadi program strata satu). Refleksi berikut saya sampaikan secara terbuka pada perayaan lustrum STT BNKP Sundermann. Saya masih memiliki "copian" kurikulum zaman kami pada awalnya, termasuk logo STT BNKP Sundermann, yang nampaknya "mirip" dengan STT HKBP Pematangsiantar.

O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! (Roma 11:33).

Demikianlah ajaibnya rencana dan keputusan Allah ketika mendirikan STT BNKP Sundermann di Nias melalui hamba-hamba-Nya di BNKP, dengan dukungan yang luar biasa dari hamba-hamba Tuhan di Gereja AMIN, ONKP, dan AFY.

Berangkat dari sebuah pergumulan panjang tentang kebutuhan akan Sumber Daya Manusia yang berkualitas di Nias, secara khusus tenaga pelayan di BNKP, ditambah dengan kondisi bangsa kita yang dilanda oleh krisis multi-dimensi, maka Ephorus BNKP pada waktu itu Bapak Pdt. Ar. Geya, berpendirian bahwa untuk keluar dari krisis tersebut, kita harus membenahi SUMBER DAYA MANUSIA tersebut.

Beliau bertekad bulat supaya “BNKP memiliki satu STT”.

Untuk mewujudkan tekadnya itu, beliau menugaskan Pdt. Uwe Hummel, Pdt. Tuhoni Telaumbanua dan Pdt. Lala’aro Gulö, alm (direktur PLPI-BNKP saat itu), untuk membuat rancangan pendirian STT sebagai wadah penyiapan sumber daya manusia yang berkualitas dan beriman.

Setelah dibahas dan digumuli oleh BPHMS-BNKP bersama dengan tenaga PLPI, tim perancang dan beberapa dosen perdana, antara lain Pdt. G. Zega (alm), Pdt. Ritter Dachi, Pdt. Sonia Parera Hummel dan Drs. SD. Telaumbanua, maka pada tanggal 3 Agustus 1998 didirikanlah Sekolah Teologi BNKP (disingkat STB) dengan SK BPHMS BNKP, yang kemudian ditingkatkan dengan nama STT-BNKP Sundermann.

Pendirian STB yang kemudian berkembang menjadi STT BNKP Sundermann ini sesungguhnya merupakan bagian dari implementasi tugas gereja dalam pembangunan tubuh Kristus menuju kedewasan iman melalui proses pencerdasan dan penyiapan tenaga pelayan dan pengajar yang berkualitas, baik dalam konteks Nias (lokal) maupun Indonesia dan bahkan global.

Selama 15 tahun, STT BNKP Sundermann telah hadir di tengah pelayanan di Nias pada khususnya dan dunia pada umumnya. Sejak berdiri sampai sekarang STT BNKP Sundermann telah menyelenggarakan berbagai kegiatan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sebagaimana tugas tri-darma perguruan tinggi serta sebagai satu wujud peran-serta gereja dalam pembangunan nasional.

Dengan visi “Menjadi lembaga persemaian/pembinaan yang menciptakan tenaga pelayan dan pengajar yang berkualitas, beriman dan melayani”, STT BNKP Sundermann terus berkarya sekaligus berbenah diri menuju perguruan tinggi yang dapat menyiapkan tenaga pelayan dan pengajar yang berkualitas, baik di Nias, Indonesia, bahkan dunia.

Kita telah mendapatkan banyak buah dari pekerjaan STT BNKP Sundermann. Salah satu yang terpenting adalah keberhasilan kedua program studinya (yaitu Program Studi S1 Teologi Kependetaan dan PAK) mendapatkan status TERAKREDITASI dari Badan Akreditasi Perguruan Tinggi (BAN-PT) di bawah Dirjend Dikti Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia pada tahun 2012. Ini semua adalah anugerah Tuhan yang patut disyukuri.

Selama 15 tahun, sejumlah mahasiswa, staf, dosen, dan pimpinan silih berganti, demikian juga dengan aneka pergumulan, tantangan dan harapan. Semua itu adalah bagian dari perjalanan kita bersama, dan ternyata “sampai saat ini TUHAN menolong kita” (Eben-Haezer, 1 Sam. 7:12).

Sdra/i, kita mengenang Bapak Pdt. Lala’aro Gulö, S.Th (alm) sebagai Direktur Pertama STB pada waktu itu (tahun 1998 – bulan September 1999); kita juga mengenang bapak Pdt. Drs. Dalibudi Harefa, M.Si, alm (September 1999 – Oktober 2000) dengan sebutan sejak saat itu sebagai Ketua STT BNKP Sundermann;

Kita patut berterima kasih kepada bapak Pdt. Dr. Tuhoni Telaumbanua, M.Si (Oktober 2000 – Agustus 2004 + April 2007 – Juli 2012), secara khusus kita berterima kasih atas keberhasilan kedua Program Studi di STT BNKP Sundermann mendapatkan status terakreditasi BAN-PT;

Kita berterima kasih kepada bapak Pdt. Lala’aro Waruwu, M.Th (September 2004 – Maret 2007); demikian juga kepada bapak Pdt. Otoriteit Dachi, S.Th, M.Si sebagai Plt. Ketua (Agustus 2012 – Nopember 2012);

Dan kita mendukung sepenuhnya STT BNKP Sundermann di bawah kepemimpinan Ketua yang baru yaitu ibu Pdt. Yunelis Ndraha (Nopember 2012 – 2016).

Kebersamaan dan komitmen yang kuat dari civitas akademika STT BNKP Sundermann, dan didukung penuh oleh gereja pendiri dan gereja pendukung (yang saat ini telah menjadi anggota Dewan Kuraorium STT BNKP Sundermann), serta perhatian dari Dirjend Bimas Kristen Kementrian Agama RI, dan solidaritas dari berbagai mitra di dalam dan di luar negeri, telah memampukan STT BNKP Sundermann berkarya atau melayani di tengah-tengah jemaat dan masyarakat kita, baik di Kepulauan Nias maupun di luar Nias.

Pekerjaan belumlah selesai. Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit (Mat. 9:37). Kita memang patut bersyukur atas kasih penyertaan Tuhan bagi STT BNKP Sundermann selama 15 tahun, namun kita juga harus menyadari bahwa tugas ke depan telah menanti. Di tengah-tengah arus perubahan zaman yang sangat deras, pengaruh modernisasi dan globalisasi yang sangat kuat, serta tantangan dan ancaman bencana, kemiskinan dan keterbelakangan, STT BNKP Sundermann harus mampu menghadirkan tanda-tanda kerajaan Allah dengan menjadi agen kemerdekaan yang mencerdaskan di gereja, masyarakat, bangsa dan negara.

Ucapan syukur, hormat dan kemuliaan, hanyalah kepada Tuhan, sumber segala hikmat, yang telah memperkenankan kita semua turut serta dalam pekerjaan di ladang-Nya. Benar bahwa “kasih setia Tuhan tidak pernah berkesudahan untuk civitas akademika STT BNKP Sundermann”. Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya (Mazmur 136:1). Haleluyah!


No comments:

Post a Comment

Apa yang ada di pikiranmu?

Allah Memperhitungkan Iman sebagai Kebenaran (Roma 4:18-25)

Rancangan khotbah Minggu, 25 Februari 2024 Disiapkan oleh: Pdt. Alokasih Gulo 18 Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Ab...