Saturday, December 13, 2014

Kedatangan Kabar Sukacita Ilahi (Yesaya 61:1-4 + 8-11)



Bahan Khotbah Minggu, 14 Desember 2014
Pdt. Alokasih Gulo, M.Si[1]

61:1  Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara,
61:2 untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung,
61:3 untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka “pohon tarbantin kebenaran”, “tanaman TUHAN" untuk memperlihatkan keagungan-Nya.
61:4  Mereka akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan mendirikan kembali tempat-tempat yang sejak dahulu menjadi sunyi; mereka akan membaharui kota-kota yang runtuh, tempat-tempat yang telah turun-temurun menjadi sunyi.

61:8  Sebab Aku, TUHAN, mencintai hukum, dan membenci perampasan dan kecurangan; Aku akan memberi upahmu dengan tepat, dan akan mengikat perjanjian abadi dengan kamu.
61:9  Keturunanmu akan terkenal di antara bangsa-bangsa, dan anak cucumu di tengah-tengah suku-suku bangsa, sehingga semua orang yang melihat mereka akan mengakui, bahwa mereka adalah keturunan yang diberkati TUHAN.
61:10  Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya.
61:11  Sebab seperti bumi memancarkan tumbuh-tumbuhan, dan seperti kebun menumbuhkan benih yang ditaburkan, demikianlah Tuhan ALLAH akan menumbuhkan kebenaran dan puji-pujian di depan semua bangsa-bangsa.

Para ahli PL secara umum menerima bahwa kitab Yesaya terbagi atas 3 (tiga) bagian, yaitu pasal 1-39 (dikenal sebagai proto Yesaya), pasal 40-55 (dikenal sebagai deutero Yesaya), dan pasal 56-66 (dikenal sebagi trito Yesaya).

Yesaya 1-39 berfokus pada panggilan terhadap umat Israel untuk hidup menurut jalan-jalan Tuhan, namun mereka menanggapinya dengan pemberontakan dan berbuahkan kegagalan memenuhi panggilan itu. Dalam situasi ini mereka membutuhkan restorasi atau pemulihan.

Yesaya 40-55 ditujukan kepada umat Israel di pengasingan; hal ini menegaskan kembali panggilan sebagai hamba danjanji-janji pemulihan Allah dalam bentuk eksoduskedua. Restorasi dan pembaharuan masyarakat terkait erat dengan pelayanan sang Hamba. Hal ini terlihat jelas nantinya di Yesaya56-66, yang mencakup janji bahwa Israel dibaharui dandipulangkan ke negerinya, sekaligus mengungkapkan kemuliaan Allah kepada bangsa-bangsa.

Dalam Yesaya 56-66 masalah klasik yang sama, yaitu keserakahan, ketidakadilan, dan ibadah kosong perlu ditangani. Pembuangan memang dapat memberikan efek jera bagi bangsa itu, namun tidak menyelesaikan masalah. Dengan demikian, kitab Yesayasecara keseluruhan, dan secara khusus dalam teks renungan kita pada hari ini, menunjukkan suatu kebutuhan yang lebih dari apa yang pernah dinyatakan oleh Tuhan. Apakah itu? Yakni pelayanan Hamba TUHAN. Artinya, setelah TUHAN Allah melalui nabi Yesaya terus menerus menasihati bahkan menegur dengan keras bangsa Israel hingga menghukum mereka dengan membuang mereka ke Babilonia, sekarang Allah sendiri berinisiatif melakukan pendekatan lain, yaitu menyatakan anugerah-Nya melalui kehadiran dan pelayanan hamba-Nya. Hal inilah yang terungkap dalam nas yang telah kita baca tadi.

Bagian pertama dari teks renungan kita pada hari ini (ay. 1-4) berbicara mengenai kehadiran kabar sukacita melalui pelayanan hamba TUHAN; sedangkan bagian kedua (ay. 8-11) menegaskan kembali hal-hal yang diinginkan oleh TUHAN Allah sekaligus berkat-berkat yang akan mengalir bagi umat-Nya.
a.    Kehadiran Kabar Sukacita (ay. 1-4)
Dengan membaca ayat-ayat ini secara sederhana saja kita sudah dapat memahami dengan jelas maksudnya. Hamba TUHAN yang telah diurapi-Nya datang sebagai utusan Allah yang sah, untuk memberitakan kabar sukacita bagi umat TUHAN yang sekian lama telah terpuruk dalam berbagai dimensi kehidupan, akibat kegagalan mereka sendiri memenuhi panggilan Allah sebelumnya, baik sebelum pembuangan, selama pembuangan, dan pasca pembuangan. Inti dari kedatangan hamba TUHAN ini adalah bahwa TUHAN sendiri akan mengubah kehidupan umat-Nya, mengubah menjadi lebih baik, mengubah semua kehidupan yang buruk menjadi kehidupan yang jauh lebih manusiawi. Satu persatu ayat-ayat ini menuturkan bagaimana perubahan kehidupan umat TUHAN tersebut:
·    Kabar baik kepada orang-orang sengsara
·    Perawatan kepada orang-orang yang remuk hati
·    Pembebasan kepada orang-orang tawanan
·    Kelepasan dari penjara kepada orang-orang terkurung
·    Pemberitaan tahun rahmat TUHAN
·    Hari pembalasan Allah (kepada para penjahat???)
·    Penghiburan bagi semua orang berkabung
·    Abu dukacita digantikan dengan perhiasan kepala (mahkota???)
·    Kain kabung digantikan dengan minyak untuk pesta
·    Semangat yang pudar digantikan dengan nyanyian puji-pujian
·    Umat buangan kini disebut sebagai “pohon terbantin kebenaran”, “tanaman TUHAN”
·    Reruntuhan yang sudah berabad-abad dibangun kembali
·    Tempat-tempat yang sejak dahulu sunyi didirikan kembali sehingga menjadi “hidup” seperti sediakala
(Lihat dan bandingkan dengan Lukas 4:18-20)

Saudara-saudari,
Siapakah yang tidak bersukacita dengan berita ini? Siapakah yang tidak menginginkan kabar baik ini? Atau, adakah orang yang mau hidup terus menerus dalam keterpurukan, dalam kegelapan, dalam penindasan, dlsb? Atau, adakah orang yang mau hidup dengan tangisan air mata di sepanjang hidupnya? Saya kira kita semua mau hidup dalam kemerdekaan, hidup dalam sukacita, dan hidup dalam kedamaian sejati. Dan, TUHAN mau serta mampu mendatangkan kehidupan yang kita rindukan itu, mau menghadirkan keselamatan sejati dalam kehidupan orang-orang yang percaya kepada-Nya.

b.    Keinginan dan Berkat TUHAN Allah bagi umat-Nya (ay. 8-11)
Kedatangan hamba TUHAN dan berita sukacita yang disampaikan-Nya, sekaligus juga menegaskan bagaimana TUHAN menginginkan pola hidup yang lebih baik dan berkat yang berkelimpahan bagi umat-Nya. Apa sajakah itu?
·    TUHAN mencintai hukum
·    TUHAN membenci perampasan dan kecurangan

Dengan demikian TUHAN mendatangkan anugerah sukacita bagi umat-Nya sekaligus meminta mereka menegakkan hukum seadil-adilnya, menjauhkan diri dari segala bentuk dan praktik perampasan dan kecurangan. Saya kira, tuntutan TUHAN ini tidak berlebihan, bahkan mungkin tidak sebanding dengan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya bagi umat-Nya. Kalau mau ditelusuri lebih jauh, tuntutan TUHAN ini sebenarnya ditujukan untuk kebaikan, kesejahteraan, dan kedamaian mereka juga.

Tidak hanya itu, apabila umat TUHAN mau memenuhi keinginan Allah ini, maka berkat yang berlimpah-limpah akan mengalir dalam kehidupan mereka. Itulah yang terungkap di ayat 8b-11. Adakah alasan untuk tidak mencintai apa yang dicintai TUHAN? Adakah alasan untuk tidak membenci apa yang dibenci TUHAN?

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan,
Keajaiban terbesar yang dilakukan oleh Tuhan adalah pembebasan dari penawanan dosa, pembebasan dari segala bentuk perbudakan kehidupan, dan menghadirkan keselamatan kekal bagi kita. Di tengah dosa, kegagalan, dan rasa malu, satu-satunya yang bisa mengubah suasana hati kita adalah “Hamba TUHAN” yang datang sebagai Mesias dan dipenuhi dengan Roh Allah. Yesus membawa rahmat ilahi, suatu anugerah yang tidak hanya mengampuni orang yang bertobat dari dosa-dosa masa lalu mereka, tetapi juga membebaskan dan memungkinkan umat Allah untuk hidup dalam keadilan dan kebenaran.

Tuhan Yesus mau dan selalu mau mengubah keadaan kita yang terpuruk, Dia berkenan mengubahnya menjadisukacita yang tiada taranya, dan bahkan kesedihan-kesedihan kita digantikan-Nya dengan kegembiraan. Kita sekarang dapat menikmati “tahun rahmat Tuhan”apabila kita berbagi berkat dengan umat Allah dari berbagai latar belakang kehidupan, saatkita dapat menjalani kehidupan ini dalam takut akan Dia, yaitu dengan mencintai apa yang dicintai TUHAN, dan membenci apa yang dibenci TUHAN.



[1] Bahan Khotbah Minggu, 14 Desember 2014, di Jemaat BNKP Gada, oleh Pdt. Alokasih GulÓ§

No comments:

Post a Comment

Apa yang ada di pikiranmu?

Allah Memperhitungkan Iman sebagai Kebenaran (Roma 4:18-25)

Rancangan khotbah Minggu, 25 Februari 2024 Disiapkan oleh: Pdt. Alokasih Gulo 18 Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Ab...