Monday, June 7, 2021

Memberi dalam Rangka Kepedulian Sosial (2 Korintus 8:1-5)

Renungan tentang Memberi Persembahan

8:1 Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia.
8:2 Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan.
8:3 Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka.
8:4 Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus.
8:5 Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami.


Pada bagian ini Paulus mendorong jemaat Kristen di Korintus untuk mengumpulkan persembahan bagi orang-orang miskin di Yerusalem, dengan beberapa gagasan dan dengan menyebut Titus dan saudara-saudara yang lain yang memberi perhatian pada pengumpulan persembahan ini.

Pertama-tama Paulus memberi contoh orang-orang Makedonia, yang secara materi dan bahkan dalam beberapa aspek kehidupan mereka tergolong miskin, tetapi justru dalam kemiskinan itu mereka mau dan bisa memberi persembahan. Artinya, mereka sendiri sebenarnya layak dibantu, namun karena iman yang cukup mendalam mereka malah mengumpulkan persembahan untuk saudara-saudara mereka seiman di Yerusalem. Mengapa? Karena mereka menyadari bahwa Allah telah banyak memberikan kepada mereka, dan pemberian itu haruslah dibagi kepada sesama. Apa pun kondisi orang-orang Makedonia, berkekurangan, dan malah sedang menderita, tidak menghalangi mereka dalam mengumpulkan persembahan, sebab mereka percaya bahwa pemberian mereka itu pertama-tama ditujukan kepada Allah, dan karena kasih karunia Allah pemberian itu digunakan untuk para rasul dan umat Tuhan yang membutuhkan.

Jemaat di Yerusalem menjadi miskin melalui perang, kelaparan, penyiksaan sampai banyak yang menderita kelaparan, busung lapar, dll. Banyak di antara mereka yang sudah kian miskin ketika menjadi orang Kristen. Itulah sebabnya rasul Paulus mendorong jemaat-jemaat Kristen yang telah mendapatkan kasih karunia untuk saling membagi dengan memberi atau mengumpulkan persembahan, yang nantinya dikirim ke Yerusalem. Dengan demikian akan muncullah keseimbangan, seperti yang dikatakannya pada ayat 13 “….. supaya ada keseimbangan”. Keseimbangan itu tercapai kalau orang-orang beriman saling mencukupi kekurangan sesama.

Tampaknya, Paulus sengaja memberi contoh orang-orang Makedonia, karena dalam banyak aspek mereka jauh berada di bawah orang-orang Korintus. Dengan contoh ini Paulus hendak mendorong jemaat di Korintus untuk lebih peduli dan tidak ada alasan bahwa mereka tidak sanggup. “Kalau jemaat Makedonia yang lemah itu saja bisa memberi, masakan kamu yang hidup mapan tidak sanggup? Malu dong …”. Paulus tidak memaksa seseorang untuk memberi apa yang tidak ada padanya, tetapi sesuai dengan kemampuan masing-masing. Dasar pemberian ini adalah anugerah Tuhan. Kasih karunia Tuhan disini berarti Allah memberi anugerah bagi umat-Nya untuk saling memberi sesuai dengan kemampuan masing-masing. Sekali lagi tidak ada paksaan.

No comments:

Post a Comment

Apa yang ada di pikiranmu?

Allah Memperhitungkan Iman sebagai Kebenaran (Roma 4:18-25)

Rancangan khotbah Minggu, 25 Februari 2024 Disiapkan oleh: Pdt. Alokasih Gulo 18 Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Ab...